[FEATURE] Ittaewon Kawasan Muslim Di Korea

Kebanyakan para pelancong muslim pergi ke Korea Selatan akan tehalang dengan makanan yang tersedia. Namun, banyak dari mereka yang tidak mengetahui suatu daerah di kota Seoul yang menyediakan makanan halal dan juga tempat ibadah. Sebuah district bernama Itaewon adalah surganya para pelancong muslim untuk menikmati makanan halal dan juga melihat Seoul Central Mosque.




Nama negara Korea Selatan, saat ini sudah menjadi tujuan utama para wisatawan di seluruh dunia. Perpaduan antara tiga budaya yang ada di negara ini, menjadi salah satu daya tarik bagi para pelancong. Perpaduan antara budaya Cina, Jepang dan Barat itu sendiri akan terlihat disetiap sudut semenanjung Korea Selatan. Hal yang paling terlihat adalah bentuk-bentuk bangunan bersejarahnya.
Selain adanya asimilisasi budaya, Korea Selatan, juga memiliki sebuah daerah dengan ciri khas budaya luar Korea, Itaewon. Sebuah district di kota Seoul ini awalnya adalah tempat tinggal tentara Amerika Serikat pada saat perang Korea (1950-1953), yang kemudian berkembang menjadi sebuah distrik multikultural yang merangkul budaya timur dan barat. Salah satu district di Kota Seoul ini adalah tempat dimana para imigran dari berbagai negara, khususnya negara islam berkumpul.
Salah satu tempat terkenal di Itaewon adalah Seoul Central Mosque. Sebuah masjid yang menjadi pusat dari 10 masjid yang ada di semenanjung Korea. Pada tahun 1976 masjid ini didirikan untuk mempromosikan hubungan persahabatan antara Korea dan negara-negara Muslim dan untuk memperkenalkan budaya Islam ke Korea. Setiap harinya sekitar 10 sampai 20 jamaah mendatangani masjid ini untuk beribadah, namun akan berliipat menjadi ratusan pada hari jumat dan akhir pekan.
Namun hal tersebut tidak berlaku di hari Jumat atau hari besar agama Islam. Masjid ini penuh oleh para warga muslim Itaewon yang akan melakukan ibadah. Selain untuk tempat beribadah, masjid ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk para muslim di Korea Selatan melakukan kegiatan keagamaan. Masjid terbesar dan juga pusat dari 10 masjid yang ada di Korea Selatan ini, terdiri dari 3 lantai. Lantai satu digunakan sebagai ruang pertemuan dan Kantor Federasi Muslim Korea. Sedangkan lantai duanya berupa mushalla untuk pria, sedangkan lantai tiganya mushalla untuk perempuan.



Masjid ini juga bertanggung jawab untuk sertifikasi halal produk Korea yang diekspor ke negara-negara Islam. Seoul Central Mosque satu-satunya lembaga resmi sertifikasi halal di Korea yang diakui oleh negara-negara Islam. Sejak awal 1990-an telah memberikan sertifikasi halal kepada 175 jenis barang ekspor, termasuk produk susu Korea, Mie Ramyeon, Kimchi dan teh.
Disebelah kanan halaman masjid, terdapat sebuah bangunan yang menyatu dengan masjid yang disebut sebagai Prince Sultan Islamic School. Pada tahun 1991, tempat ini dibuka untuk anak-anak prasekolah muslim di Korea. Proyek ini didanai oleh Arab Saudi. Selain ruang belajar, di dalamnya juga terdapat puluhan rok panjang yang disiapkan bagi pengunjung nonmuslim untuk menutupi kaki mereka jika mereka menggunakan rok atau celana pendek.
Saat ini di Korea Selatan sendiri sudah terdapat 100.000 lebih umat muslim disana. Bagi mereka masjid merupakan sebuah tempat peristirahatan yang nyaman dan sesuai dengan aturan ketat Alquran. Selama bulan ramadhan masjid ini juga mengadakan festival yang beragam sebagai hiburan bagi para jamaah yang datang.
Selain dimanfaatkan oleh para warga muslim Korea, tempat ini juga sering digunakan para pelancong muslim untuk beristirahat. Masjid Itaewon juga menyediakan selebaran jadwal shalat lima waktu, bacaan tentang Islam, dan doa-doa penting dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Korea. Selebaran selalu habis sebelum magrib tiba, baik itu yang berbahasa Inggris maupun yang Korea. Ini bukti bahwa tak sedikit orang Korea yang tertarik mengetahui Islam.
Selain Seoul Central Mosque, di kawasan ini juga terdapat ‘Islamic Street’. Kawasan ini sangat terkenal dengan restoran berlabel halal. Para pelancong khususnya yang beragama muslim, tidak akan khawatir untuk menyantap makanan di seluruh restoran disini. Karena salah satu kendala para pelancong muslim disana adalah makanan yang tidak berlabel halal. Restoran yang berada di ‘Islamic Street’ ini kebanyakan makanan khas dari Timur Tengah, Turki, Pakistan bahkan restoran Indonesia ada disini.



Kawasan yang memang di dominasi oleh warga asing yang tinggal di Korea ini, juga terdapat toko daging berlabel halal. Kawasan yang menjadi salah satu tujuan utama para pelancong ini, tentu saja terdapat toko-toko souvenir. Namun, harga souvenir disini akan lebih mahal dibandingkan dengan toko souvenir lain di Seoul. Uniknya disini, ada beberapa toko souvenir yang menjual pernak-pernik islami seperti, hijab, bross, alquran dan lainnya.
Untuk sampai di wilayah ini, para pelancong dapat menggunakan subway jalur 6 melalui Seoul Subway dan turun di Stasiun Itaweon pintu exit nomor 3. Turun dari stasiun Anda akan menemukan Fire Station Itaewon berbeloklah ke kanan. Jika sampai di persimpangan belok kiri dan berjalanlah sekitar 200 meter.

Bagi wisatawan yang masih ingin melihat geliat kehidupan muslim disini, Anda bisa menginap di hotel-hotel yang ada di Itaewon seperti Hamilton Hotel Itaewon, Grand Hyatt Hotel atau Capital Itaewon Hotel. Setelah itu, Anda juga bisa menikmati destinasi wisata lainnya di Seoul yakni Whanki Museum, makan di Restoran Seokparang atau menjelajahi Seoul Forest yang mengagumkan.Para wisatawan yang akan mengunjungi wilayah ini, tidak perlu khawatir akan tersesat. Karena di wilayah ini sudah disediakan tour guide gratis. Hanya perlu mencari gadis yang menggunakan baju merah, mereka siap mengantar anda berkeliling Itaewon secara cuma-cuma. (berbagai sumber/Hana)

Komentar