[FEATURE] Mengenal Pulau Tak Berpenghuni yang Bersejarah ‘Silmido’ Dari Bangtan Boys (BTS)


Korea terkenal sebagai Negara yang indah dengan berbagai pulau didalamnya sebagai tujuan wisata para wisatawan, disana terdapat pulau yang terkenal seperti pulau Jeju (Jejudo) dan Pulau Nami (Nami Island). Tetapi pernahkah Hallyuers mendengar Pulau yang bernama Silmi (Silmido)?, mungkin untuk yang sudah pernah berkunjung ke Korea Selatan atau untuk ARMY (sebutan untuk penggemar BTS) tahu dengan nama pulau ini. Yup! Belum lama ini para personil Bangtan Boys (BTS) mengambil lokasi syuting untuk reality show Vapp mereka di pulau ini (RUN BTS! Ep7-10). 


Melihat bagaimana mereka menghabiskan waktu yang menyenangkan disana membuat saya tertarik sedikit mengulas tentang pulau ini (karena kebetulan juga namanya sama dengan nama saya,hehe). Ternyata selain keindahan tempatnya, Silmido ini juga menyimpan sejarah tersendiri bagi Korea Selatan. Sepertinya BTS sengaja ingin mengajak kita untuk mengetahui atau mencari tahu informasi sejarah pulau tersebut. Hal ini benar-benar mengajak fans mereka untuk lebih peka dan cerdas (menurut saya dari sudut pandang ARMY,kkk).  

Kembali lagi ke Silmido,  Pulau ini terletak di dalam batas kota metropolitan Incheon yang berjarak sekitar 5 km dari Bandara Internasional Incheon. Sama dengan Muido, pulau ini juga berada di lepas pantai yang sama yang terhubung ke daratan dengan sebuah feri.


Silmido ini dikatakan sebagai pulau tak berpenghuni di laut Kuning, lepas pantai barat Korea Selatan. Pulau ini memiliki luas sekitar 0,25 km persegi. Silmido ini merupakan bagian sejarah yang signifikan ketika dulunya digunakan sebagai tempat latihan untuk unit 684. Unit 684 adalah sebuah kelompok di Korea Selatan yang berupaya untuk membunuh pemimpin Korea Utara Kim Il-sung sebagai pembalasan atas upaya sebelumnya untuk membunuh Park Chung-hee (pemimpin korsel). Mungkin alasan pulau ini menjadi tempat latihan Unit 684 juga karena letaknya yang strategis, Saat cuaca cerah, dari pulau ini bisa terlihat pulau Baengnyeongdo dan Korea Utara dari kejauhan. 

Jejak fasilitas pelatihan Unit 684 yang mendiami pulau ini pada 21 Januari 1968 hingga 23 Agustus 1971 itu masih dapat dilihat dengan jelas sampai sekarang. Hingga kini bagian sejarah Korea tentang unit 648 tidak pernah jelas. Namun begitu, sebagai salah satu peristiwa penting, kejadian ini tetap diingat oleh masyarakat dan pemerintah Korea Selatan.


Bahkan Silmido juga pernah menjadi Judul sekaligus lokasi sebuah film pada tahun 2003. film ini pun berkisah tentang Unit 648 tersebut, film ini disutradarai oleh Kang Woo Suk yang lantas menjadikan pulau ini mulai populer sebagai destinasi wisata di Korea Selatan. 


Jadi, kisah Unit 684 menurut film Silmido ini awalnya pada bulan Januari 1968, satu unit khusus militer Korea Utara dengan sandi 124, berhasil menginfiltrasi Korea Selatan dengan tujuan membunuh presiden Korea Selatan saat itu, Park Chung-hee. Tetapi misi ini berhasil diketahui oleh militer Korea Selatan sehingga gagal-lah misi tersebut.

Silmido menjadi tempat training tentara khusus Korea Selatan Unit 684 di tahun 1968 yang menjadi saksi bisu atas sejarah 31 pasukan khusus Unit 684 yang merupakan narapidana hukuman mati yang juga tanpa sepengetahuan pihak bersangkutan, data pribadi mereka dilenyapkan dari data base Korea Selatan dan mereka dilatih untuk melaksanakan satu misi besar yaitu membunuh Presiden Pyong Yang, Kim Il Sung. Selama hampir setahun, unit 684 dilatih dengan cara2 yg sangat keras, mulai dari berlari keliling pulau, masuk ke dasar laut menahan nafas, menahan besi panas yang membakar punggung mereka, menerima pukulan bertubi-tubi dari para trainer mereka. Bahkan latihan ini melebihi latihan militer pada umumnya. Tetapi di tempat inilah, 31 orang (nantinya akan berkurang anggotanya) menemukan arti loyalitas, kebanggaan, keberanian dan persahabatan seutuhnya. Menjelang misi diluncurkan mereka menjadi sebuah elit khusus yg bisa diharapkan keberhasilannya demi mempersiapkan mereka melaksanakan sebuah misi khusus yaitu masuk ke Pyong Yang dan membunuh Kim Il Sung. Ketika mereka diberangkatkan, justru Jenderal Jae-hyun menerima perintah dari atasan untuk kembali ke Silmido karena Pemerintah Korea Selatan akan memilih jalan damai untuk unifikasi Korea, Hal ini tidak dapat diterima oleh sebagian anggota. Bahkan dinas intelijen yang membentuk satuan elit ini akhirnya memutuskan untuk menghabisi semua anggota unit 684 ini.

Mereka mempertanyakan identitas mereka yang telah dihapus dari data base Korea Selatan, mereka mempertanyakan kebangsaan mereka yang dianggap komunis oleh bangsanya sendiri. Akhirnya dengan loyalitas yang tinggi mereka pun bunuh diri di dalam bus dengan meledakkan granat. Tidak heran banyak scene-scene kekerasan yang “sadis”, “bengis” dan “imoral” didalam film tersebut. 

Film ini adalah film pertama Korea Selatan yg mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Lebih dari 10 juta orang Korea Selatan, menonton film ini yg akhirnya membuat film ini sebagai film box office. Rekor Silmido akhirnya bisa dipatahkan oleh Taegukgi kemudian hari. Tetapi sebagai film yang diproduksi dengan biaya yg tidak terlalu mahal, membuat film ini unggul.

Selain akting dari para pemainnya yg prima, Silmido mengajar kepada kita tentang arti sebuah pengorbanan, loyalitas, tugas, moral, tanggung jawab dan persahabatan. Bahkan ketika mereka dikhianati oleh para pemimpin mereka, unit 684 tidak lantas menjadi satuan yang lepas kendali. Mereka tetap mendatangi ibukota untuk mendapat pengakuan yang pantas dari ibu pertiwi. Film ini ditutup dengan sebuah scene  yg indah yg mengakhiri "misi mulia" dari unit 684 tersebut. 

- - - 

Terlepas dari sejarahnya yang rumit, Seperti hal nya dengan para personil BTS dalam RUN BTS! episode 7-10, banyak hal yang bisa hallyuers lakukan di pulau ini, seperti berenang di perairan pulau, menyewa sepeda untuk berkeliling menghabiskan sore dengan pemandangan yang indah, menaiki banana boat, bermain paintball seperti yang dimainkan para personil bangtan di RUN BTS! Ep 7, memainkan game mencari bendera dengan menaiki auto-bike dihutan seperti di episode 8, atau menaiki bungejumping seperti di episode 9, kemudian menikmati makanan khas seperti pada episode 10. 









Di Silmido ini kita bisa menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat dan sangat mengasyikan karena pulau ini masih tenang dan sunyi, tidak sesibuk pusat kota Incheon. Karena menjadi 1 dari 2 pulau yang sangat dekat dengan Incheon, Silmido dan Muuido menjadi paket wisata yang sering dikunjungi secara bersamaan. Saat perairan yang menghubungkan dua pulau ini surut, pengunjung bisa berjalan kaki dari Muuido ke Silmido. Selama berlibur di Incheon, Anda bisa menginap di Airpark Hotel, Incheon Airport Brigde Hotel atau Incheon Beach Hotel. Destinasi wisata lain di kota ini adalah rumah Full House dan Incheon China Town


Selamat menikmati Silmido!



(minam)

Komentar