Sabtu, 28 Januari 2017

[K-TOURISM] Hanok, Susunan Kayu Tanpa Paku

Jika berkunjung ke sebuah daerah atau negara, pasti ada satu hal yang menjadi ciri khas dari daerah/ negara tersebut. Salah satunya adalah bangunan tempat tinggal yang menjadi ciri khas suku bangsa di suatu daerah. Di Korea Selatan rumah tradisional yang menjadi ciri khasnya bernama Hanok.


Hanok dibangun tanpa menggunakan paku dan hanya disusun dengan sambungan balok kayu. Bentuk desainnya hampir tidak pernah berubah dari jaman Tiga Kerajaan sampai dengan Dinasti Joseon (1392-1910). Hanok biasanya dilengkapi dengan Ondol, yaitu sistem pemanas Korea bawah lantai. Sistem tersebut dibuat karena orang Korea selalu melakukan aktifitasnya di lantai, seperti makan dan tidur. Selain itu, Hanok juga dilengkapi dengan Daechong, ruangan terbuka dengan lantai dari kayu yang dibangun untuk menjaga rumah tetap sejuk di musim panas.

Bentuk hanok juga berbeda-beda menurut daerahnya di Korea. Di Korea bagian utara yang dingin, bangunan hanok disusun menyerupai persegi tertutup (atau aksara hangul: ) sebagai penahan angin untuk menjaga rumah tetap hangat. Di Korea bagian tengah, ruangan-ruangan disusun membentuk huruf L (atau aksara hangul: ). Di Korea bagian selatan, hanok dibangun memanjang menyerupai huruf I agar angin mudah keluar masuk.

Sesuai pemikiran Konfusius tempat tinggal pria dan wanita dipisahkan. Selain itu Hanok juga terdiri dari beberapa bangunan atau ruangan yang memiliki nama dan kegunaannya sendiri, seperti haengrangchae, sarangchae, anchae, dan sadang. 

Haengrangchae adalah bangunan untuk tempat tinggal pelayan, berada di dekat pintu masuk.  Sarangchae adalah bangunan untuk pria atau kepala keluarga, termasuk untuk makan dan tidur, dan berada di bagian depan. Anchae adalah bangunan utama sekaligus ruang tidur untuk wanita berikut anak-anak kecil, dan terletak di bagian dalam yang jauh dari pintu masuk. Sadang adalah ruangan untuk altar leluhur

Selain itu Hanok juga memiliki halaman di tengah bangunan rumah yang disebut Madang, kemudian bangunan gudang yang disebut Gwangchae dan biasanya memiliki cerobong asap dan pintu gerbang yang disebuyt munganchae.



Nah, untuk kalian yang ingin berlibur ke Korea Selatan juga bisa merasakan sensasi tinggal di rumah tradisional ini. Sudah banyak yang dijadikan tempat penginapan untuk para wisatawan. Disana para pelancong dapat merasakan sensasi hidup sebagai seorang keluarga bangsawan di drama saeguk.
So, dimana aja ya lokasi untuk merasakan tinggal di Hanok?! Stay tune di postingan berikutnya ya… J

Istihanah  



Reactions:

0 comments:

Posting Komentar