Senin, 22 Januari 2018

[K-TOURISM] Jatuh Cinta dengan Kota Bernama Busan

Jatuh cinta pada pandangan pertama. Kalimat ini nampaknya paling cocok digunakan saat saya melihat kota bernama Busan di Korea Selatan. Jadi, September tahun lalu saya mendapat kesempatan untuk pergi ke Korea Selatan untuk pertama kali. Karena bukan traveling tapi ada tugas "negara" so, saya hanya ikut saja aja jadwal yang diberikan oleh si "sponsor" itu.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tujuh jam dari Jakarta ke Incheon, saya masih harus melanjutkan lagi perjalanan menggunakan pesawat ke Busan sekitar satu jam. Eits, tapi saya tidak melanjutkan pesawat langsung dari Incheon ya. Saya harus pindah bandara dulu ke Gimpo selama kurang lebih satu jam menggunakan bis.
Busan diambil dari atas pesawat (Hanna)
Sesaat sebelum sampai di kota kedua terbesar di Korea Selatan itu, saya yang mendapat tempat duduk di sebelah jendela pun mendapat kesempatan melihat kota Busan dari atas pesawat. Hamparan laut dan pegunungan hijau dihiasi dengan gedung tinggi sukses membuat saya tertegun sejenak. Eksotis! kata itu pun cocok disematkan di kampung Jonghyun dan Yonghwa CN BLue itu.

Kekaguman saya di kota kelahiran Jungkook BTS tak berhenti hanya dengan melihat dari atas pesawat. Saat perjalanan menuju Lotte Hotel dari Gimhae International Airport saya juga disuguhkan dengan pepohonan dan taman-taman indah di pinggiran kota. Dan, tak lupa sebagai kota pelabuhan tentunya pemandangan laut juga sangat kental dengan kota ini.

Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, saya akhirnya beristirahat di Lotte Hotel Busan. Dan, saya merasa bersyukur bisa dikasih kesempatan tidur di hotel ini. Kenapa? karena dari atas kamar saya bisa melihat Gamcheon Village atau biasa dikenal desa warna warni tempat syutingnya drama Fight for My Way itu. Tapi, ya sekali lagi karena "tugas negara" jadi enggak ada kesempatan buat kesana.

Samcheon Situation (Hanna)
Malam harinya, saya dan rombongan diajak untuk menikmati makan malam di sebuah restoran Korea di kawasan Samcheon (mirip kaya Hongdae kalo di Seoul). Karena kesana pas weekend jadi ruameenya luar biasa.

Di restoran yang saya lupa namanya apa? ternyata semua minumannya mengandung alkohol dan karena saya bukan peminum alkohol, jadi saya hanya minum air putih. Karena kami makan di restoran Korea, so makanannya pun enggak jauh dari Bulgogi, Japchae dan sebagainya. But, all Korean Food was GREAT! Ah, satu lagi kalau makan di restoran Korea semua porsinya besar, jadi buat yang enggak makan banyak mending share aja. Bisa irit pengeluaran juga kaannn...





Terus, setelah makan saya dan rombongan berjalan kaki ke hotel lagi. Selama perjalanan ke hotel saya menemukan sekumpulan tenda soju berwarna merah kaya di drama. Disana juga banyak Ahjumma-ahjumma yang menawarkan dagangannya.

So, walaupun selama di Busan jadwalnya tight banget tapi saya tetap cinta sama kota terbesar kedua di Korea Selatan. Semoga suatu hari bisa kembali lagi ke kota ini...

Busan, 22 September 2017

Hanna
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar