Jumat, 02 Maret 2018

[KFOOD] Dak-Galbi, Ayam Goreng Korea yang Punya Sejarah

Dak-galbi atau Korean Fried Chicken merupakan salah satu panganan khas negeri ginseng yang sukses menarik perhatian banyak orang. Maklum, di negara asalnya kedai yang menjual ayam goreng dengan cita rasa pedas ini memang sangat mudah disukai. Bahkan, tak sedikit artis KPOP menjadi brand ambassador makanan yang terlihat sederhana itu.

Namun, tahukah kalian kalau ternyata Dak-galbi itu memiliki sejarah tersendiri di Korea? Nah, berikut ahjumma akan bahas, kapan dan dimana sih si ayam pedas Korea yang cocok buat menghangatkan badan saat musin dingin ini berasal?



Kalau sekarang banyak yang berpikir kalau Dak-galbi adalah makanan yang enak dan murah, tak demikian untuk warga Korea yang hidup saat perang Korea meletus. Kala itu, banyak sekali orang Korea yang harus menerima kesakitan bahkan hidup miskin dan menjadi pengemis jalanan. Sehingga, banyak dari mereka memanfaatkan peternakan ayam sebagai sumber mata pencarian utama.

Sejak saat itulah, makanan yang berbahan dasar ayam ini, mulai digemari para warga Korea khususnya di Chuncheon lokasi pertama meletusnya perang Korea pada 25 Juni 1950 silam. Kebiasaan mengolah ayam itu pun akhirnya berlanjut hingga perang selesai.

Di era modern seperti sekarang ini, Dak-galbi oleh Korea Fried Chicken menjadi salah satu panganan yang menjadi favorit. Tak hanya untuk warga Korea, tetapi juga hampir di seluruh dunia. Bahkan, beberapa restoran ayam asal Korea juga sudah membuka cabang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Nah, kalau kalian mau juga mencoba makanan ini di Korea, bisa langsung datangi kawasan Myeong-dong atau Hongdae. Karena disana hampir setiap sudut jalan berisi panganan yang juga disukai para idol Korea loh! 
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar