[REVIEW] NCT 2020: Resonance Part 1, Setuju Enggak?

Past ver (Kiri), Future (Kanan)

Hallyuranger.com -- Akhirnya NCT as a whole group (sekarang dengan nama NCT 2020) comeback dengan album Resonance yang terbagi jadi Resonance Pt.1 (rilis 12 Oktober) dan Resonance Pt.2 yang dikabarkan akan rilis November nanti. Album Resonance Pt.1 ini, terdiri dari 13 lagu di mana 2 lagu terakhir adalah lagu yang sama untuk dua title track di album ini, yaitu Make A Wish dan From Home, namun dalam versi bahasa yang berbeda. Yuk, yeorobun simak reviewnya berikut ini!

Make A Wish

Make A Wish Unit (Jaehyun, Taeyoung, Lucas, Xiaojun, Jaemin, Shotaro, Doyoung)

Title track pertama Make A Wish (Taeyong, Jaehyun, Doyoung, Jaemin, Xiaojun, Lucas dan Shotaro). Diawali dengan bunyi siulan catchy yang menjadi earworm sehingga sangat gampang nempel di ingatan. Ditambah lagi Afrobeat yang enak banget di chorus-nya, membuat lagu ini makin adiktif sekaligus bikin badan otomatis grooving. Ear catching dan trendy, tapi tetap terdapat sound khas NCT-nya. Di lagu ini juga Xiaojun bersinar banget. He ate this song! Suaranya yang bening dan lembut bikin lagunya jadi lebih balance, terutama untuk bagian bridge. Chef kiss!

Misfit

Misfit Unit (Hendery, Yangyang, Jeno, Taeyoung, Mark, Sungchan, Johnny)

Misfit mengingatkan ke musik hip hop old school era 90an sampai 2000-an awal, atau tepatnya lagu-lagu RUN DMC. Jadi langsung terbayang adegan anak-anak hip hop di lapangan basket sambil nenteng boombox di bahu. Khususnya bagian chorus yang dinyanyikan dengan berteriak bersama. Elemen gitarnya juga agak membawa nuansa hip rock atau rap rock yang hits di awal 2000an. 


Misfit jadi lagu yang cukup solid untuk unit hip hop-nya NCT ini. Taeyong, Mark, Johnny, Jeno, Hendery, Yangyang dan Sungchan mengeksekusi lagu ini dengan baik dan tidak terdengar awkward. Akhirnya SM bisa bikin lagu hip hop dan full rap yang semua rapper-nya terdengar cukup natural dan nggak bikin cringe. Sungchan juga berhasil memberi impresi yang bagus di lagu debutnya ini. Tapi buat pribadi, yang melebihi ekspektasi adalah Hendery. Biasanya di WayV dia jarang dikasih bagian hard rap, jadi begitu dengar di sini ternyata, he nailed it. Good job!


Volcano



Di track ketiga, ada Volcano. Kalau kamu adalah pecinta lagu BOSS di album Empathy maka kamu akan suka lagu ini. Lagu ini bisa dibilang BOSS part 2. Dibawakan oleh unit yang sama (Taeyong, Mark, Jaehyun, Winwin, Lucas, Doyoung dan Jungwoo) dan ada dua orang penciptanya yang sama juga yaitu Mike Daley dan Michell Owens. Tidak aneh kalau struktur lagu dan ketukan bas-nya pun sama dengan BOSS. Seperti halnya BOSS, musik yang agak misterius dan fierce ditambah aksen suara super rendah Taeyong sebagai pembuka bikin lagu ini makin legit. 


Light Bulb


Selanjutnya, kita diajak slow down sedikit di lagu Light Bulb (Taeyong, Doyoung, Sungchan, Kun). Lagu ini bisa dibilang lagu hip hop yang sentimental dan cukup gloomy. Aransemennya, khususnya beat dan bagian sahut-menyahut antara rap dan vokal, memberikan sedikit vibe lagu-lagu gloomy-nya Epik High. 


Lagu ini juga mengingatkan saya pada lagu Yes Today (Taeyong, Mark, Lucas, Doyoung) di album Empathy, tapi versi lebih gloomy. Flow Taeyong dan Sungchan di sini pas sekali membuat lagunya makin gloomy, rasanya penuh emosi (sedih, marah dan kecewa). Cocok buat didengarkan sore menjelang malam hari dalam keadaan hujan. Suara Kun dan Doyoung juga ternyata bisa jadi perpaduan yang sangat pas sehingga bikin lagunya makin sentimental.


Dancing in the Rain


Setelah dibawa agak gloomy, mood kita dinaikan lagi di lagu selanjutnya, Dancing In The Rain (Johnny, Taeil, Yuta, Kun, Jaehyun, Jungwoo, Chenle, Xiaojun). Lagu R&B dengan sedikit sentuhan jazz yang cukup ceria ini, bisa bikin kamu ingin dansa di bawah hujan dengan orang yang kamu sayang. Just like the lyrics. Satu hal yang saya sayangkan dari lagu ini adalah Jaehyun lebih banyak nge-rap (hanya sedikit ikut nyanyi di bagian chorus), padahal suara bariton dia bisa kedengeran empuk dan pas banget untuk lagu R&B agak jazzy kayak gini. But overall, it’s a very nice track to lift up your mood. 


Interlude: Past to Present



Sekarang, kita masuk ke bagian Interlude: Past to Present. Seperti judulnya, musik interlude ini diawali oleh nuansa musik dan narasi yang terdengar old school (past). Lalu kita akan dibawa pada transisi musik dan narasi yang terdengar lebih modern dan neo (present), dengan permainan synthesizer yang intens dan keren. Kudos buat Royal Dive yang membuatnya.


De Javu


7 Dreams 

Setelah mengalami transisi dari past to present, kita akan disambut oleh track De Javu dari NCT Dream. Lagu yang jadi comeback pertama 7Dream setelah Mark lulus di tahun 2018. Sejak awal, aransemen dari lagu ini terdengar sangat dreamy, seakan langsung mengajak kita ke alam fantasi. Memberikan nuansa yang sama dengan lagu Ice Cream Cake dari Red Velvet. Bahkan saya rasa lagu ini akan cocok kalau dibawakan oleh Red Velvet. Meski begitu, lagu ini tetap berhasil memberikan vibes Dream yang youthful dan energik. Tidak terlalu hard hitting tapi tetap punya “noise sound” khas NCT yang bikin musiknya jadi keren dan cukup kompleks. 


Nectar


Selanjutnya ada Nectar dari WayV. Kesan pertama begitu dengar lagu ini adalah seksi. Ya, saya merasa kalau WayV itu adalah “The sexy unit of NCT” karena vibe dan musik yang mereka bawakan sering kali bernuansa seksi. Lagu ini punya beat yang adiktif, dan chorus-nya pun super catchy, khususnya di bagian “Give me that nectar”. Bagian bridge-nya juga cukup unik, dan tentu saja, high note dari Xiaojun selalu on point!


Music, Dance


Sehabis WayV, giliran NCT 127 yang unjuk gigi di lagu Music, Dance. Lagunya tipikal NCT 127, pas awal dengar pasti ngerasa aneh dan mungkin tidak bisa langsung dicerna, tapi kok ya nempel juga, terus lama-lama didengar jadi enak dan dinyanyiin terus. Aransemen, khususnya beat dari lagu ini memang unik. Beberapa bagian beat-nya agak mengingatkan saya pada Fat Boy Slim, tapi versi lebih neo. Haha. Tapi tentu saja, bagian pre-chorus dan bridge-nya langsung slow R&B yang dihiasi suara vokal lembut Doyoung, Haechan dan Taeil. Intinya lagu ini punya beat dan struktur yang unik dan asik, sehingga bikin saya berharap dibuat koreografinya dan bisa ditampilkan live


Faded In My Last Song


Setelah Music, Dance, ada lagu Faded In My Last Song (Taeil, Johnny, Yuta, Ten, Lucas, Renjun, Haechan dan Jisung). Saya pribadi selalu suka kalau NCT bikin lagu smooth, seksi, R&B seperti ini, makanya bisa dibilang ini lagu favorit saya di album Resonance Part 1. Suaranya Haechan yang memang cocok banget buat lagu smooth R&B kayak gini, sangat menonjol di lagu ini. Khususnya adlibs dia bagian penutup lagu, smooth dan enak banget. Oh, saya juga suka banget bagiannya Ten dan Renjun waktu nyanyi “I need youuuu, youuuu”, menyayat rasanya.


From Home



Next, adalah title track kedua dari album ini, yaitu From Home. Unit ini isinya vokalis-vokalis kuat NCT, yaitu Taeil, Yuta, Kun, Doyoung, Renjun, Haechan dan Chenle. Saya pribadi senang banget Yuta ada di track ini karena jadi dapat kesempatan buat nunjukin vokalnya yang selama ini saya rasa kurang dapat banyak perhatian. Anyway, lagu Frome Home ini bisa saya bilang adalah tipe lagu klasik R&B yang solid ala SM. Mengingatkan pada lagu-lagu R&B odl school yang sudah sering diproduksi SM dari daari era TVXQ sampai Suju dan EXO. Lagu R&B yang sangat SM. Soothing, smooth, kaya akan nada-nada panjang dan harmonisasi. 


From Home versi utama ini liriknya terdiri dalam tiga bahasa yaitu Korea, Inggris, Jepang (oleh Yuta), Tiongkok (oleh Chenle dan Renjun). Makanya meski menggabungkan beberapa bahasa, nggak terdengar awkward atau rancu, mungkin karena memang dinyanyikan oleh native speaker bahasa tersebut. Overall, if you like a calming and soothing R&B song with amazing vocals, then this song is a must listen. 


Dua track terakhir dari album ini adalah Make A Wish versi bahasa Inggris dan From Home versi bahasa Korea. Tidak ada perbedaan dari segi penyanyi dan aransemen lagu, hanya liriknya saja. Tapi memang, Make A Wish versi bahasa Inggris ini bisa dibilang punya arti yang cukup berbeda dari yang versi Korea-nya. Liriknya lebih nakal dan sensual, seperti Highway To Heaven (NCT 127) versi bahasa Inggris yang juga punya lirik jauh lebih nakal dan sensual dibanding bahasa Koreanya. Atau kalau fans menyebutnya sebagai “one of NCT’s h*e anthem”. Hehehe.


Sedangkan untuk From Home versi Korea sendiri tidak ada perbedaan yang signifikan dalam liriknya. Meski tidak menggunakan kalimat yang sama persis, namun makna dan pesan dari liriknya tetap sama. Mungkin dibuat versi Korea agar bisa lebih mudah dipromosikan di Korea. 



Secara keseluruhan, saya merasa Resonance Part 1 ini jadi salah satu milestone yang harus dibanggakan dari NCT. Bisa dibilang album ini adalah non skip album, alias semua track-nya enak untuk didengarkan. Seperti tidak ada filler track yang hanya dibuat untuk memenuhi album saja. Dengan influence hip hop dan R&B yang kuat tapi tetap menampilkan “NCT sound” yang jadi ciri khas mereka, album ini bisa dibilang a must listen, bagi kalian penikmat musik hip hop dan R&B, meski kalian bukan fans NCT atau Kpop sekalipun. 


Untuk proyek NCT 2020, termasuk album Resonance Part 1 ini, saya merasa SM melakukan pekerjaan yang baik dengan membuat unit (NCT U) dengan berbagai formasi baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Jadi terkesan fresh sekaligus bikin fans penasaran akan output-nya, yang ternyata tidak mengecewakan. Memang keunggulan dari konsep NCT - U adalah SM jadi bisa memilih member yang benar-benar cocok untuk setiap lagunya, sehingga lagu bisa dieksekusi dengan lebih baik.


Jadinya, makin tidak sabar menunggu Resonance Part 2. Kira-kira bisa nggak ya melebihi Resonance Part 1?


(Aisha)

Komentar